Oleh: ahmad rusdi | Juli 25, 2009

Susah Tidur

“Dan di antara tanda kekuasanNya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Rum:23)


Pernahkah anda menderita insomnia atau sulit tidur, sehingga anda perlu pertolongan dokter untuk mengobatinya? Atau pernahkah anda tidak tidur selama beberapa hari atau beberapa malam? Mungkin juga anda pernah memiliki begitu banyak kesibukan, sehingga jadwal tidur anda harus rela dikurangi. Atau dalam kasus yang paling kecil, bagaimana rasanya jika kepulasan tidur anda di tengah malam tiba-tiba terganggu oleh tangisan si kecil yang meminta perhatian anda?

Tidur, mungkin kita anggap sebagai aktivitas sepele saja. Kita merasa bahwa tidur bisa kita lakukan kapan pun kita suka. Karena itu, tidur tidak pernah kita anggap sebagai salah satu bentuk nikmat yang Allah SWT. berikan kepada kita. Padahal, tidur pun bisa menjadi problem besar yang dapat mengganggu kebahagiaan kita.

Pertanyaan-pertanyaan kecil di atas sengaja saya bentangkan di hadapan anda untuk mengingatkan kita seberapa butuhnya kita terhadap aktivitas tidur. Tidur, yang kita anggap sepele itu pada saat-saat seperti itu sesungguhnya menjadi barang yang begitu berharga.

Kita bisa marah jika kelelapan tidur kita terganggu oleh suara bising atau bahkan suara tangisan dari bayi yang kita cintai sekalipun. Kita bisa kehilangan keceriaan jika beberapa malam tidur kita terganggu. Yang lebih parah lagi, kita terpaksa harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit kalau sampai kita terserang penyakit insomnia.

Pada saat seperti inilah kita baru bisa menyadari betapa besar manfaat tidur yang Allah berikan kepada kita. Pada saat seperti inilah biasanya kita mampu menempatkan tidur sebagai salah satu kebutuhan kita, kebutuhan yang tidak bisa kita anggap sepele-sepele saja.

Orang yang tidurnya cukup, maka siang harinya akan tampak cerah, fresh dan bersemangat. Berbeda dengan orang-orang yang tidurnya terganggu, matanya tampak merah dan bengkak, wajahnya pucat dan semangatnya pun melemah.

Menurut Tamara Eberlein, seorang pengarang Amerika yang juga editor majalah Child, berbagai penelitian menunjukkan, bahwa kekurangan tidur pada orang dewasa dapat mengganggu daya ingat, nalar, konsentrasi, kemampuan bicara dan pembuatan keputusan. Sementara anak-anak yang kurang tidur dapat menunjukkan tanda-tanda gangguan kecerdasan, seperti sulit berkonsentrasi, lemah daya ingat dan kehilangan dayan kreatifitas.

Mengapa demikian? Menurut Martin Schraf, direktur rumah sakit Mercy, Cincinnati Amerika Serikat, selama tidur lelap, tubuh anak mengeluarkan hormon-hormon yang penting untuk pertumbuhannya. Masalah tidur kronis dapat menghalangi proses ini, sehingga mengganggu perkembangan fisiknya.

Ya, tidur memang bukan masalah sepele. Ia merupakan salah satu anugerah Allah yang patut kita syukuri. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita berdo’a sebelum tidur dan mengucapkan syukur pada saat kita bangun dari tidur.

Tidur, hanya salah satu nikmat dari sekian nikmat yang diberikan secara gratis oleh Allah SWT kepada kita. Tidak ada satu pun nikmat Allah yang patut dianggap sepele, termasuk urusan yang berhubungan dengan bantal, guling dan kasur ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: