Oleh: ahmad rusdi | Juli 17, 2009

Adab Membaca Al Qur’an

Al Qur’an adalah Kitab Suci ummat Islam. Oleh karena itu ummat Islam diwajibkan menghormati dan menjaganya dengan baik. Tidak seperti buku-buku bacaan yang lain, bagi orang Islam ada beberapa adab membaca Al Qur’an yang harus dikerjakan demi kemuliaan kitab yang merupakan mukjizat Nabi kita Muhammad saw. yang terbesar ini, yaitu:

1. Sebaiknya orang yang membaca Al Qur’an dalam keadaan sudah berwudhu, suci pakaiannya, badannya dan tempatnya serta telah bergosok gigi.
2. Hendaknya memilih tempat yang tenang dan waktunya pun pas, karena hal tersebut lebih dapat berkonsentrasi dan jiwa lebih tenang.
3. Hendaknya memulai tilawah dengan ta’awudz, kemudian basmalah pada setiap awal surah selain surah At-Taubah. Allah berfirman yang artinya: “Apabila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka memohon perlindunganlah kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.” (QS. An Nahl: 98)
4. Hendaknya selalu memperhatikan hukum-hukum tajwid dan membunyikan huruf-huruf sesuai dengan makhrajnya serta membacanya dengan tartil (perlahan-lahan).
5. Disunnatkan memanjangkan bacaan dan memperindah suara di saat membacanya. Anas bin Malik pernah ditanya, “Bagaimana bacaan Nabi terhadap Al Qur’an?” Anas menjawab, “Bacaannya panjang (mad), kemudian Nabi membaca ‘Bismillahirrahmanirrahim’ sambil memanjangkan bismillah, dan memanjangkan bacaan arrahmani dan memanjangkan bacaan arrahim.” (HR. Al Bukhari) Dan Nabi juga bersabda “Hiasilah suara kalian dengan al Qur’an.” (HR. Abu Daud).
6. Hendaknya membaca sambil merenungkan dan menghayati makna yang terkandung pada ayat-ayat yang dibaca.
7. Hendaklah mendengarkan bacaan al Qur’an dengan baik dan diam, tidak berbicara.
8. Termasuk adab membaca Al Qur’an adalah tekun membacanya dan mempelajarinya. Rasulullah bersabda, “Peliharalah al Qur’an baik-baik, karena demi Tuhan yang diriku berada di tanganNya, ia benar-benar lebih liar (mudah lepas) daripada unta yang terikat di tali kendalinya.” (HR. Al Bukhari)
9. Hendaknya tidak menyentuh Al Qur’an kecuali dalam keadaan suci. Allah telah berfirman, “Tidak akan menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (Al-Waqi’ah: 79)
10. Disunnatkan menyaringkan bacaan al Qur’an selagi tidak ada unsur yang negatif, seperti riya’ atau yang serupa dengannya, atau dapat mengganggu orang yang sedang shalat, atau orang lain yang juga membaca Al Qur’an. Dalam hal ini para Ulama salaf dalam kitabnya melarang Al Qur’an dijadikan perlombaan adu baca atau Musabaqah dengan diberikan hadiah bagi yang menang. Ini dikarenakan orang membaca Al Qur’an tidak lagi karena Allah, melainkan riya atau demi mendapatkan piala adanya. Bahkan mereka mengatakan bahwa mereka yang melakukan itu tidak akan mendapatkan pahala, malahan menjadi dosa dan menjadi sebab turunnya bala adanya.
11. Termasuk sunnah adalah berhenti membaca bila sudah mengantuk, karena Rasulullah bersabda,, “Apabila salah seorang kamu bangun di malam hari, lalu lisannya serasa sulit untuk membaca Al Qur’an hingga tidak menyadari apa yang ia baca, maka hendaknya ia berbaring (tidur).” (HR. Muslim)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: