<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ISLAM AGAMAKU</title>
	<atom:link href="http://islamagamaku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://islamagamaku.wordpress.com</link>
	<description>Tuntutlah Ilmu dari buaian sampai ke liang lahat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jun 2011 23:18:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='islamagamaku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ISLAM AGAMAKU</title>
		<link>http://islamagamaku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://islamagamaku.wordpress.com/osd.xml" title="ISLAM AGAMAKU" />
	<atom:link rel='hub' href='http://islamagamaku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Susah Tidur</title>
		<link>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/susah-tidur/</link>
		<comments>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/susah-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 15:22:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[siang]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamagamaku.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[“Dan di antara tanda kekuasanNya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Rum:23) Pernahkah anda menderita insomnia atau sulit tidur, sehingga anda perlu pertolongan dokter untuk mengobatinya? Atau pernahkah anda tidak tidur selama beberapa hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=51&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Dan di antara tanda kekuasanNya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Rum:23)</p>
<p><span id="more-51"></span><br />
Pernahkah anda menderita insomnia atau sulit tidur, sehingga anda perlu pertolongan dokter untuk mengobatinya? Atau pernahkah anda tidak tidur selama beberapa hari atau beberapa malam? Mungkin juga anda pernah memiliki begitu banyak kesibukan, sehingga jadwal tidur anda harus rela dikurangi. Atau dalam kasus yang paling kecil, bagaimana rasanya jika kepulasan tidur anda di tengah malam tiba-tiba terganggu oleh tangisan si kecil yang meminta perhatian anda?</p>
<p>Tidur, mungkin kita anggap sebagai aktivitas sepele saja. Kita merasa bahwa tidur bisa kita lakukan kapan pun kita suka. Karena itu, tidur tidak pernah kita anggap sebagai salah satu bentuk nikmat yang Allah SWT. berikan kepada kita. Padahal, tidur pun bisa menjadi problem besar yang dapat mengganggu kebahagiaan kita.</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan kecil di atas sengaja saya bentangkan di hadapan anda untuk mengingatkan kita seberapa butuhnya kita terhadap aktivitas tidur. Tidur, yang kita anggap sepele itu pada saat-saat seperti itu sesungguhnya menjadi barang yang begitu berharga.</p>
<p>Kita bisa marah jika kelelapan tidur kita terganggu oleh suara bising atau bahkan suara tangisan dari bayi yang kita cintai sekalipun. Kita bisa kehilangan keceriaan jika beberapa malam tidur kita terganggu. Yang lebih parah lagi, kita terpaksa harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit kalau sampai kita terserang penyakit insomnia.</p>
<p>Pada saat seperti inilah kita baru bisa menyadari betapa besar manfaat tidur yang Allah berikan kepada kita. Pada saat seperti inilah biasanya kita mampu menempatkan tidur sebagai salah satu kebutuhan kita, kebutuhan yang tidak bisa kita anggap sepele-sepele saja.</p>
<p>Orang yang tidurnya cukup, maka siang harinya akan tampak cerah, fresh dan bersemangat. Berbeda dengan orang-orang yang tidurnya terganggu, matanya tampak merah dan bengkak, wajahnya pucat dan semangatnya pun melemah.</p>
<p>Menurut Tamara Eberlein, seorang pengarang Amerika yang juga editor majalah Child, berbagai penelitian menunjukkan, bahwa kekurangan tidur pada orang dewasa dapat mengganggu daya ingat, nalar, konsentrasi, kemampuan bicara dan pembuatan keputusan. Sementara anak-anak yang kurang tidur dapat menunjukkan tanda-tanda gangguan kecerdasan, seperti sulit berkonsentrasi, lemah daya ingat dan kehilangan dayan kreatifitas.</p>
<p>Mengapa demikian? Menurut Martin Schraf, direktur rumah sakit Mercy, Cincinnati Amerika Serikat, selama tidur lelap, tubuh anak mengeluarkan hormon-hormon yang penting untuk pertumbuhannya. Masalah tidur kronis dapat menghalangi proses ini, sehingga mengganggu perkembangan fisiknya.</p>
<p>Ya, tidur memang bukan masalah sepele. Ia merupakan salah satu anugerah Allah yang patut kita syukuri. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita berdo’a sebelum tidur dan mengucapkan syukur pada saat kita bangun dari tidur.</p>
<p>Tidur, hanya salah satu nikmat dari sekian nikmat yang diberikan secara gratis oleh Allah SWT kepada kita. Tidak ada satu pun nikmat Allah yang patut dianggap sepele, termasuk urusan yang berhubungan dengan bantal, guling dan kasur ini.</p>
<p><a href="http://ahrusdi.blogspot.com/2009/04/susah-tidur.html"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamagamaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamagamaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamagamaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamagamaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamagamaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamagamaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamagamaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamagamaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamagamaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamagamaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamagamaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamagamaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamagamaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamagamaku.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=51&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/susah-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4eceb274a5b284a00e88ef6f7659170?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Udi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sihir Dan Setan</title>
		<link>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/sihir-dan-setan/</link>
		<comments>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/sihir-dan-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 15:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[menggoda]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamagamaku.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Sihir adalah perbuatan yang telah tercampur syirik. Setan sangat berperan dalam sihir perbuatan yang terlarang ini. Memang setan meminta wewenang kepada Allah untuk menggoda manusia, anak keturunan Adam, lalu wewenang itu diberikan Allah SWT. Allah memberi kebebasan kepada yang menggoda (iblis) dan yang digoda (manusia), apakah manusia ini mau mengikuti jalan Allah atau jalan syetan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=49&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sihir</strong> adalah perbuatan yang telah tercampur syirik. Setan sangat berperan dalam<strong> sihir </strong>perbuatan yang terlarang ini. Memang setan<em> meminta wewenang</em> kepada Allah untuk menggoda manusia, anak keturunan Adam, lalu <em>wewenang</em> itu diberikan Allah SWT.</p>
<p><span id="more-49"></span><br />
Allah memberi kebebasan kepada yang menggoda (iblis) dan yang digoda (manusia), apakah manusia ini mau mengikuti jalan Allah atau jalan syetan. Kalau mengikuti jalan Allah jelas keuntungannya dan kalau mengikuti jalan setan, jelas pula kerugiannya.<br />
Orang yang melakukan sihir, cepat atau lambat pasti terjerumus <em>ke jurang kekufuran</em>. Sebab segala daya upaya yang dilakukan oleh syetan itu adalah membujuk manusia untuk menyekutukan Allah (syirik). Allah berfirman:</p>
<p>“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: &#8220;<em>Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir&#8221;</em>. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (Al Baqarah: 102)</p>
<p>Hendaknya dipahami oleh semua manusia terutama orang-orang yang beriman, bahwa apapun bentuk kegiatan, kalau ada campur tangan setan (iblis), pasti membawa bencana. Mungkin akibatnya sudah dirasakan sejak di dunia, apalagi di akhirat sudah pasti di adzab oleh Allah.<br />
<em>Dengan sihir orang bisa menipu, dan dengan sihir pula, orang yang hidup rukun menjadi cerai-berai</em>. Masih banyak lagi akibat buruk dari perbuatan sihir, yang oleh masyarakat dikenal dengan ilmu hitam.<br />
Karena begitu besar bahayanya terhadap masyarakat, maka hukumannya pun amat berat, yaitu <strong>hukum bunuh</strong>, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:</p>
<p>“Sabda Rasulullah: “Had untuk tukang sihir, lehernya dipenggal.” (H. R. Tirmidzi)</p>
<p>Menurut riwayat, Umar bin Khattab pun pernah memerintahkan supaya membunuh tukang sihir, baik laki-laki maupun wanita.<br />
Perintah Umar tersebut sejalan dengan Hadits Nabi di atas.</p>
<p>Ditulis dalam: sihir dan setan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamagamaku.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamagamaku.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamagamaku.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamagamaku.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamagamaku.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamagamaku.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamagamaku.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamagamaku.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamagamaku.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamagamaku.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamagamaku.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamagamaku.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamagamaku.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamagamaku.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=49&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/sihir-dan-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4eceb274a5b284a00e88ef6f7659170?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Udi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian Iman</title>
		<link>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/pengertian-iman/</link>
		<comments>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/pengertian-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 15:18:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[ikrar]]></category>
		<category><![CDATA[lisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamagamaku.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=47&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian iman</strong> dari <em>bahasa Arab</em> yang artinya percaya. Sedangkan <em>menurut istilah</em>, pengertian iman adalah <em>membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan)</em>. Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.</p>
<p><span id="more-47"></span></p>
<p>Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.</p>
<p>Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya:</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa : 136)</p>
<p>Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia.</p>
<p><strong>Iman Kepada Malaikat</strong></p>
<p>Salah satu makhluk Allah swt. yang diciptakan di alam ini adalah malaikat. Dia bersifat <em>gaib</em> bagi manusia, karena tidak dapat dilihat ataupun disentuh dengan panca indra manusia.</p>
<p>Sebagai muslim kita diwajibkan beriman kepada malaikat. Iman kepada malaikat tersebut termasuk rukun iman yang kedua. Apa yang dimaksud iman kepada malaikat? Iman kepada malaikat berarti meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan malaikat yang diutus untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dari Allah.</p>
<p>Dasar yang menjelaskan adanya makhluk malaikat tercantum dalam ayat berikut ini yang artinya:</p>
<p>“Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.” (Q.S. Fatir: 1)</p>
<p>Hal tersebut juga dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim tentang iman dan rukunnya. Dari Abdullah bin Umar, ketika diminta untuk menjelaskan iman, Rasulullah bersabda, <em>“iman itu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya dan hari akhir serta beriman kepada ketentuan (takdir) yang baik maupun yang buruk.”</em></p>
<p>Dalam hadits tersebut, percaya kepada malaikat merupakan unsur kedua keimanan dalam Islam. Percaya kepada malaikat sangatlah penting karena akan dapat memurnikan dan membebaskan konsep tauhid dari bayangan syirik.</p>
<p>Dari ayat dan hadits di atas dapat diketahui bahwa beriman kepada malaikat merupakan perintah Allah dan menjadi salah satu syarat keimanan seseorang. Kita beriman kepada malaikat karena Al Qur’an dan Nabi memerintahkannya, sebagaimana kita beriman kepada Allah dan Nabi-Nya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamagamaku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamagamaku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamagamaku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamagamaku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamagamaku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamagamaku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamagamaku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamagamaku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamagamaku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamagamaku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamagamaku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamagamaku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamagamaku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamagamaku.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=47&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/pengertian-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4eceb274a5b284a00e88ef6f7659170?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Udi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahala Puasa</title>
		<link>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/pahala-puasa/</link>
		<comments>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/pahala-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 15:15:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamagamaku.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sekali dalil baik Qur’an ataupun Hadits Nabi yang menyatakan tentang kelebihan atau besarnya pahala orang yang berpuasa. Berikut ini akan saya tuliskan beberapa di antara pahala puasa dan kelebihannya yang saya ambil dari kitab Ihya Ulumiddin: 1. Imam Ghazali berkata bahwa sesungguhnya puasa itu adalah seperempat dari ciri orang yang beriman. Beliau mengambil dalil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=45&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak sekali dalil baik Qur’an ataupun Hadits Nabi yang menyatakan tentang kelebihan atau <em>besarnya pahala orang yang berpuasa</em>. Berikut ini akan saya tuliskan beberapa di antara pahala puasa dan kelebihannya yang saya ambil dari kitab Ihya Ulumiddin:<br />
<span id="more-45"></span><br />
1. <strong>Imam Ghazali</strong> berkata bahwa sesungguhnya puasa itu adalah <em>seperempat dari ciri orang yang beriman</em>. Beliau mengambil dalil dari Hadits Nabi SAW “<em>Puasa itu adalah setengah dari sifat sabar</em>” Hadits ini beliau hubungkan dengan Hadits lain yang berbunyi “Sabar itu adalah setengah dari iman”</p>
<p>2. <strong>Hadits Qudsi</strong>:</p>
<p align="right">كُلُّ حََسنَةٍ بعَِشْرِ َامْثَا لِهَا اِلَى َسْبِعمِا ئَةِ ضِعَفٍ اِلاَّ ا لصِّيَا مَ فَاِ نَّهً لِى و َاَ نَا ا َجْزِى بِهِ</p>
<p>Yang artinya: “Setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan serupa sampai dengan tujuh ratus gandaan melainkan puasa, karena bahwasanya puasa itu adalah bagiKu (Allah) dan Akulah yang membalasnya.”</p>
<p>Maksudnya tidak ada orang yang mengetahui jumlah pahalanya karena banyaknya tak terhingga. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT.</p>
<p align="right">ا نما يو فى ا لصا بر و ن ا جرهم بغير حسا ب</p>
<p>Artinya: “sesungguhnya disempurnakanlah pahalanya orang yang sabar itu dengan tidak terhingga.”</p>
<p>3. <strong>Hadits Nabi</strong>:</p>
<p align="right">للجنة با ب يقا ل له ا لر يّا ن لا يد خله الاّ ا لصا ىمو ن و هو مو عو د بلقا ء الله تعا لى فى جزا ء صو مه</p>
<p>Artinya: “Bagi sorga itu ada satu pintu yang disebut dengan ‘Arrayyan’, tidak bisa masuk melewati pintunya melainkan bagi orang yang puasa, yaitu satu tempat dengan berjumpa dengan Allah pada pahala berpuasanya.”</p>
<p>4. <strong>Hadits Nabi</strong>:</p>
<p align="right">” للصا ىم فر حتا ن فر حة عند عند ا فطا ره و فر حة عند لقا ء ر بّه “</p>
<p>Artinya: “Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbukanya dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya.”</p>
<p>5. <strong>Hadits Nabi</strong>:</p>
<p align="right">لكل شي ء با ب و با ب ا لعبا د ة ا لصو م</p>
<p>Artinya : “Tiap-tiap sesuatu itu mempunyai pintu dan pintunya ibadah itu adalah puasa.”</p>
<p>6. <strong>Hadits Nabi</strong>:</p>
<p align="right">نو م ا لصا ىم عبا د ة</p>
<p>Artinya: “Tidurnya orang yang berpuasa itu adalah ibadah.”</p>
<p>7. <strong>Hadits Nabi</strong>:</p>
<p align="right">ا ذ ا د خل شهر رمضا ن فتحت أ بو ا ب ا لجنّة و غلقت ا بو ا ب ا لنا ر و صفد ت ا لشيا طين و نا د ى منا د يا با غى ا لخير هلّم و يا با غي الشر أ قصر</p>
<p>Artinya: “Apabila telah tiba bulan Ramadhan, dibukalah seluruh pintu sorga dan ditutup pintu neraka dan dipasung seluruh Syetan, dan menyerulah para malaikat ‘wahai orang yang menghendaki kebaikan bersegeralah, wahai orang yang mengerjakan kejahatan, berhentilah.”</p>
<p>8. <strong>Hadits Qudsi</strong>:</p>
<p align="right">يقو ل الله عز و جل ا نظر و ا يا ملا ىكتى الى عبد ى تر ك شهو ته و لذ تهو طعا مه و شر ا به من ا جلى</p>
<p>Artinya: “Allah Ta’ala berfirman, ‘Saksikanlah wahai malaikatKu kepada hambaku yang meninggalkan syahwatnya dan kelezatannya dan makannya dan minumnya karena mengharap pahala dariku.”</p>
<p>9. <strong>Firman Allah:</strong></p>
<p align="right"><strong>ف</strong>لا تعلم نفس ما أ خفى لهم من قرة ا عين جزا ء بما كا نو ا يعملو ن</p>
<p>Artinya: “Maka tidak mengetahui manusia terhadap apa yang disembunyikan Allah daripada apa yang menyenangkan hati sebagai balasan daripada apa yang mereka kerjakan.”</p>
<p>Sebagian Ulama menafsirkan bahwa amal yang mereka kerjakan itu adalah puasa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamagamaku.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamagamaku.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamagamaku.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamagamaku.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamagamaku.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamagamaku.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamagamaku.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamagamaku.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamagamaku.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamagamaku.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamagamaku.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamagamaku.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamagamaku.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamagamaku.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=45&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/pahala-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4eceb274a5b284a00e88ef6f7659170?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Udi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menunaikan Haji Bagi Yang Mampu</title>
		<link>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/menunaikan-haji-bagi-yang-mampu/</link>
		<comments>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/menunaikan-haji-bagi-yang-mampu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 15:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[berdosa]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[mampu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamagamaku.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Melakukan ibadah haji adalah wajib bagi orang yang mampu, karena haji adalah salah satu dari rukun Islam. Kalau sudah memungkinkan pergi menunaikan ibadah haji, mengapa harus ditunda? Menunda atau tidak ingin menunaikan ibadah haji itu sama halnya dengan mengabaikan kewajiban, tidak patuh kepada perintah Allah. Melanggar perintah Allah, hukumnya jelas berdosa. Bagi orang yang sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=43&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melakukan ibadah haji adalah wajib bagi orang yang mampu, karena haji adalah salah satu dari rukun Islam.<br />
Kalau sudah memungkinkan pergi menunaikan ibadah haji, mengapa harus ditunda? Menunda atau tidak ingin menunaikan ibadah haji itu sama halnya dengan mengabaikan kewajiban, tidak patuh kepada perintah Allah. Melanggar perintah Allah, hukumnya jelas berdosa.<br />
<span id="more-43"></span><br />
Bagi orang yang sudah memahami hukum Islam, sebenarnya untuk menilai berdosa atau tidaknya seseorang, tidaklah sukar dan cukup sederhana. Dalam segala hal, pada dasarnya semua perintah Allah harus dilaksanakan dan semua laranganNya harus ditinggalkan. Orang yang tidak patuh dan orang yang melanggar larangan, pasti ada sangsi hukumnya, berat atau ringan.<br />
Kewajiban melaksanakan ibadah haji adalah firman Allah:<br />
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah…. (Ali Imran: 97)</p>
<p>Ada sebagian orang kita lihat dalam masyarakat, dia masih berkeberatan menunaikan ibadah haji walaupun sudah mampu dalam segala hal, seperti dana ada, kesehatan baik, tidak punya bayi yang memerlukan pengasuhan, atau tidak dalam keadaan hamil tua, dengan alasan sepulangnya dari tanah suci nanti, tidak dapat menjalankan ibadah dengan baik. Padahal masalah ibadah dengan baik berperilaku yang islami, tidak perlu dikaitkan dengan ibadah haji. Pergi haji atau tidak seharusnya tetap beribadah dengan baik, sebab ibadah haji merupakan kewajiban tersendiri, sebagaimana ibadah-ibadah lainnya.<br />
Memang seharusnya orang yang sudah melakukan ibadah haji, amal ibadatnya meningkat, dan amal-amal saleh lainnya, sebab di tanah suci, dalam melaksanakan ibadah haji, biasanya masing-masing orang mengalami peristiwa batin/jiwa yang hanya dapat dilukiskan oleh orang yang bersangkutan. Ada kesan tersendiri sesudah pulang dari tanah suci tersebut. Namun ada juga kita dengar satu dua orang yang mengatakan, bahwa dalam melaksanakan ibadah haji itu biasa-biasa saja (mungkin sama saja dengan turis) dan tidak mendapat kesan apa-apa.<br />
Sebaiknya dalam menunaikan ibadah haji ini, kita melihatnya dari segi, apakah sudah wajib kita laksanakan atau belum, karena berkaitan dengan rukun Islam. Dengan demikian, kita tidak termasuk ke dalam kelompok orang yang menentang perintah Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamagamaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamagamaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamagamaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamagamaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamagamaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamagamaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamagamaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamagamaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamagamaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamagamaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamagamaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamagamaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamagamaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamagamaku.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=43&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/menunaikan-haji-bagi-yang-mampu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4eceb274a5b284a00e88ef6f7659170?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Udi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masalah Riba Dalam Islam</title>
		<link>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/masalah-riba-dalam-islam/</link>
		<comments>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/masalah-riba-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 15:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamagamaku.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Riba berasal dari bahasa Arab, yang berarti tambahan. Maksudnya tambahan pembayaran dari uang pokok pinjaman. Umapamanya, seseorang meminjam uang dari orang lain dalam jumlah tertentu dengan perjanjian, bahwa uang jasanya (bunganya) ditetapkan prosentasinya setiap bulannya atau setiap tahunnya. Uang pinjaman yang bersifat konsumtif (untuk makan, pengobatan dan sebagainya), sukar untuk mengembalikan pinjaman itu beserta bunganya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=41&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Riba berasal dari bahasa Arab, yang berarti tambahan. Maksudnya tambahan pembayaran dari uang pokok pinjaman.<br />
Umapamanya, seseorang meminjam uang dari orang lain dalam jumlah tertentu dengan perjanjian, bahwa uang jasanya (bunganya) ditetapkan prosentasinya setiap bulannya atau setiap tahunnya.</p>
<p><span id="more-41"></span><br />
Uang pinjaman yang bersifat konsumtif (untuk makan, pengobatan dan sebagainya), sukar untuk mengembalikan pinjaman itu beserta bunganya. Bila pembayaran bunganya tidak tepat setiap bulannya, atau setiap tahunnya, maka bunga tersebut akan ditambahkan kepada pinjaman pertama dan begitu seterusnya. Dengan demikian, beban bertambah berat, sesudah melarat bertambah melarat.<br />
Cara yang semacam inilah yang berlaku di masa jahiliyah. Orang kaya bertambah kaya, sedangkan orang miskin akan bertambah miskin.<br />
Di Indonesia, hal semacam ini juga terjadi, yang biasa disebut dengan bank gelap. Seseorang atau sekelompok orang mengadakan operasi di pasar-pasar atau di daerah-daerah pertanian dengan cara memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Hampir semua lapangan pekerjaan atau kegiatan mereka masuki, seperti nelayan, pengrajin dan sebagainya. Pada umumnya jarang yang kita lihat para peminjam itu pulih dari penderitaannya. Untuk mencukupi keperluan hidup saja sudah dipandang sulit, karena sifatnya gali lobang tutup lobang.<br />
Kendati pun pinjaman itu dipergunakan untuk kegiatan yang bersifat produktif, seperti pengrajin, dagang dan modal tani, kalau bunganya terlalu tinggi, tentu tidak membantu untuk mengembangkan usaha itu. Akibatnya, hanya sepihak saja yang mendapat untung, dan sama saja perbuatan itu dengan pemerasan yang terselubung.<br />
Karena begitu besar mudharat yang diakibatkan oleh riba itu, maka Allah memperingatkan:</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda, dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan .” (Ali Imran: 130)</p>
<p>Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang meminjamkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi dan sebagainya.<br />
Menurut sebagian besar ulama, bahwa riba nasiah itu hukumnya haram buat selama-lamanya. Riba nasiah inilah yang dimaksud oleh ayat tersebut di atas.<br />
Pada ayat lain Allah berfirman:</p>
<p>“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Al Baqarah: 275)</p>
<p>Kedua ayat tersebut di atas, dipertegas lagi oleh hadits Rasulullah:<br />
“Allah mengutuk orang yang memakan riba (orang yang memberikan pinjaman), orang yang memberikan riba (orang yang meminjam/berutang), dua orang yang menjadi saksi dan orang yang mencatatnya.” (Al Hadits)</p>
<p>Dari hadits di atas, dapat kita pahami bahwa yang mendapat laknat dari Allah, tidak hanya orang yang memberi pinjaman dan orang yang meminjam. Tetapi juga orang yang menjadi saksi dan mencatatnya pun mendapat laknat dari Allah.<br />
Kalau kita ingin menyelami dan mendalami roh ajaran Islam, maka suatu pinjaman yang diberikan kepada seseorang, seharusnya ada unsur tolong menolong di dalamnya, si lemah perlu dibantu dan tidak tersirat unsur pemerasan di dalamnya.<br />
Agar tidak terjerat ke dalam kelompok-kelompok pemakan riba, maka penangkal yang paling ampuh adalah memperkuat iman kepada Allah dan memahami firman Allah dan sabda Rasulullah di atas, dengan keyakinan, bahwa apapun yang dilarang Allah pasti ada bahayanya dan apapun perbuatan yang dilaknat Rasulullah, pasti buruk akibatnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamagamaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamagamaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamagamaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamagamaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamagamaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamagamaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamagamaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamagamaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamagamaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamagamaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamagamaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamagamaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamagamaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamagamaku.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=41&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/masalah-riba-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4eceb274a5b284a00e88ef6f7659170?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Udi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Homo Seksual Dalam Pandangan Islam</title>
		<link>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/homo-seksual-dalam-pandangan-islam/</link>
		<comments>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/homo-seksual-dalam-pandangan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 15:04:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamagamaku.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Liwath (homo seksual) adalah hubungan antara sesama jenis (laki-laki dengan laki-laki), sedangkan hubungan antara wanita dengan wanita disebut lesbian. Homo seksual adalah salah satu penyelewengan seksual, karena menyalahi sunnah Allah, dan menyalahi fitrah makhluk ciptaanNya. Lebih kurang empat belas abad yang lalu, Al Qur’an telah memperingatkan umat manusia ini, supaya tidak mengulangi peristiwa kaum Nabi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=38&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liwath (homo seksual) adalah hubungan antara sesama jenis (laki-laki dengan laki-laki), sedangkan hubungan antara wanita dengan wanita disebut lesbian.<br />
<span id="more-38"></span> Homo seksual adalah salah satu penyelewengan seksual, karena menyalahi sunnah Allah, dan menyalahi fitrah makhluk ciptaanNya.<br />
Lebih kurang empat belas abad yang lalu, Al Qur’an telah memperingatkan umat manusia ini, supaya tidak mengulangi peristiwa kaum Nabi Luth. Allah berfirman:</p>
<p>“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lut itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (Hud: 82-83)</p>
<p>Pada ayat lain Allah berfirman:</p>
<p>“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas&#8221;. (Asy Syu’ara: 165-166)</p>
<p>Selanjutnya pada ayat lain Allah berfirman:</p>
<p>“Dan telah kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.” (Al Anbiya: 74)</p>
<p>Setelah Rasulullah menerima wahyu tentang berita kaum Luth yang mendapat kutukan dari Allah dan merasakan azab yang diturunkanNya, maka beliau merasa khawatir sekiranya peristiwa itu terulang kembali kepada ummat di masa beliau dan sesudahnya.<br />
Rasulullah bersabda:<br />
“Sesuatu yang paling saya takuti terjadi atas kamu adalah perbuatan kaum Luth dan dilaknat orang yang memperbuat seperti perbuatan mereka itu, Nabi mengulangnya sampai tiga kali: “Allah melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth; Allah melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth; Allah melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth,” (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi dan Al Hakim).</p>
<p>Pada saat itu peringatan Rasulullah dan kekhawatiran beliau itu, mungkin hanya ditanggapi seperti musibah (azab) yang pernah dialami oleh umat-umat sebelumnya saja. Azabnya dapat disaksikan dengan mata kepala, seperti hujan batu, air bah dan sebagainya.<br />
Penyakit AIDS (Aquired Immune Deficiency Symdrone = kerapuhan daya kekebalan terhadap infeksi) yang menampakkan dirinya pada penghujung abad ke dua puluh ini, tidak pernah terbayang dalam benak mereka. Pada saat ini pun, pada zaman teknologi modern, para ahli dan pakar dalam ilmu kedokteran belum dapat virus-virus yang mematikan itu. Demikian juga obatnya baru dalam taraf uji coba yang sangat ditunggu oleh penderitanya dengan perasaan harap-harap cemas. Para pakar telah disibukkan dengan berbagai penelitian untuk mengetahui virus dan sekaligus cara pengobatannya.<br />
Orang yang sadar mengenai keberadaan dirinya sebagai makhluk Allah, tentu segera mengakui keterbatasan ilmunya. Sebab, baru satu macam penyakit saja diturunkan Allah sebagai azab, para ahli sudah cukup kalang kabut.<br />
Salah satu cara yang dipandang ampuh untuk menangkalnya atau untuk mengadakan antisipasi terhadap penyakit tersebut adalah agama, yaitu mengikuti perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Menjauhi larangan Allah harus diyakini benar-benar, bahwa semua bentuk larangan pasti ada bahayanya kalau dilangggar.<br />
Mengenai obatnya, mungkin pada suatu saat akan ditemukan juga, “Sebab setiap penyakit pasti ada obatnya,” Kata Rasulullah. Tetapi mungkin obat itu baru ditemukan, setelah kesombongan ilmiah tidak lagi membusungkan dadanya, dan setelah manusia mengakui kelemahan dirinya dihadapan Allah, baik pengakuan secara langsung maupun tidak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamagamaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamagamaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamagamaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamagamaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamagamaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamagamaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamagamaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamagamaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamagamaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamagamaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamagamaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamagamaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamagamaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamagamaku.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=38&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/homo-seksual-dalam-pandangan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4eceb274a5b284a00e88ef6f7659170?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Udi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakekat Cinta</title>
		<link>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/hakekat-cinta/</link>
		<comments>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/hakekat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 14:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hakekat]]></category>
		<category><![CDATA[makhluk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamagamaku.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Rasa cinta menjadi satu identitas yang selalu melekat dalam kehidupan para makhlukNya. Tanpa diundang, cinta hadir dan menyapa siapa saja. Membenamkan segala syakwasangka menjadi satu alunan dendang irama. Saking dahsyatnya cinta, banyak orang terlena dan salah mendefinisikan arti cinta. Lalu bagaimana sikap kita mengenai cinta? Sebagai seorang Muslim, ketika kita mencintai saudara seiman, cinta tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=35&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasa cinta menjadi satu identitas yang selalu melekat dalam kehidupan para makhlukNya. Tanpa diundang, cinta hadir dan menyapa siapa saja. Membenamkan segala syakwasangka menjadi satu alunan dendang irama. Saking dahsyatnya cinta, banyak orang terlena dan salah mendefinisikan arti cinta. Lalu bagaimana sikap kita mengenai cinta?<br />
<span id="more-35"></span><br />
Sebagai seorang Muslim, ketika kita mencintai saudara seiman, cinta tersebut tidaklah ternoda oleh kecendrungan-kecenderungan duniawi atau hasrat yang tersembunyi. Mutlak merupakan cinta persaudaraan sejati yang kemurniannya memancar dari cahaya petunjuk Islam. Hal itu dapat membangun ikatan-ikatan yang menghubungkan seorang muslim dengan saudaranya, tanpa memandang ras, warna kulit atau bahasa. Hanya dipersatukan oleh keimanan kepada Allah semata.</p>
<p>Persaudaraan karena iman merupakan persaudaraan terkuat antara hati dan pikiran. Tidak mengherankan bahwa persaudaraan unik ini menghasilkan buah-buah cinta yang sangat lembut, murni dan abadi. Islam menyebutnya “cinta hanya kepada Allah”, di mana muslim menemukan manisnya iman. Ada sebuah hadits yang berbunyi:</p>
<p>Tiga hal yang siapa mampu mencapainya, akan merasakan manisnya iman: Jika Allah dan RasulNya lebih ia cintai dari yang lain; jika ia mencintai seseorang hanya karena Allah; dan jika ia membenci kekafiran, setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia benci jatuh dalam api neraka.” (Muttafaqun alaih)</p>
<p>Cinta hanya karena Allah dan bukan karena sesuatu yang lain dalam kehidupan yang penuh dengan ketamakan, hasrat dan kepentingan adalah sangat sulit, dan tak seorangpun dapat mencapainya, kecuali orang yang memiliki hati suci, karena baginya dunia bukan apa-apa, jika dibandingkan dengan keridhaan Allah swt. Prinsip yang demikian akan membawa berkah berupa anugerah yang tak terhingga dari Allah swt.</p>
<p>Nabi saw. Sendiri, melihat dan memahami begitu luar biasanya potensi dari cinta. Kekuatannya dapat mempersatukan umat manusia menjadi satu kumpulan masyarakat. Bahkan, Beliau tidak pernah melewatkan waktu tanpa menganjurkan cinta.</p>
<p>Anas r.a. berkata, bahwa seseorang bersama Nabi saw. Ketika orang lain lewat. Orang pertama berkata. “Ya Rasulullah, sungguh aku mencintai orang ini”. Nabi saw. bertanya kepadanya, “Sudahkan engkau memberitahunya?” Ia berkata, “belum.”. Nabi bersabda, “katakan kepadanya.” Ia mengejar dan mengatakan kepadanya, “Sesungguhnya aku mencintaimu hanya karena Allah.” Dan orang tersebut menjawab, “semoga Allah mencintai orang yang mencintaiku hanya karena-Nya.”</p>
<p>Dalam sebuah riwayat lain oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra., Nabi saw bersabda:<br />
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, engkau tidak akan masuk surga, sehingga engkau beriman, dan engkau tidak akan beriman, sehingga engkau saling mencintai. Bolehkah kukatakan kepadamu, yang jika engkau melakukannya, engkau akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian”. (HR. Muslim)</p>
<p>Dalam pandangan Rasulullah saw., tidak ada sesuatu pun yang dapat mengurangi kebencian, kecemburuan dan permusuhan dari hati manusia, kecuali persaudaraan sejati, yang didasarkan pada cinta, persahabatan dan saling memberikan nasehat. Sehingga beliau mengajak muslim untuk menebarkan salam di antara saudara-saudara mereka, sehingga akan membuka hati mereka untuk saling mencintai dan bertemu dalam kondisi yang baik.</p>
<p><a href="http://ahrusdi.blogspot.com/2009/04/hakekat-cinta.html"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamagamaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamagamaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamagamaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamagamaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamagamaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamagamaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamagamaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamagamaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamagamaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamagamaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamagamaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamagamaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamagamaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamagamaku.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=35&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/hakekat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4eceb274a5b284a00e88ef6f7659170?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Udi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosa Meninggalkan Shalat</title>
		<link>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/dosa-meninggalkan-shalat/</link>
		<comments>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/dosa-meninggalkan-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 14:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[meninggalkan]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/dosa-meninggalkan-shalat/</guid>
		<description><![CDATA[Orang yang meninggalkan shalat atau menyia-nyiakannya tergolong orang yang berdosa besar karena shalat adalah tiang agama. Berkenaan dengan ini Allah berfirman: “Maka datanglah sesudah mereka pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Q.S. Maryam: 39) Menurut Ibnu Abbas, menyia-nyiakan shalat tidaklah hanya dalam pengertian meninggalkannya saja, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=34&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang yang meninggalkan shalat atau menyia-nyiakannya tergolong orang yang berdosa besar karena shalat adalah tiang agama. Berkenaan dengan ini Allah berfirman:<br />
“Maka datanglah sesudah mereka pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Q.S. Maryam: 39)<br />
<span id="more-34"></span><br />
Menurut Ibnu Abbas, menyia-nyiakan shalat tidaklah hanya dalam pengertian meninggalkannya saja, tetapi juga mengulur waktunya (tidak tepat waktu).<br />
Oleh Said bin Musayyab dijelaskan lebih rinci lagi, yaitu orang belum shalat dzuhur hingga datang waktu ashar, belum lagi shalat ashar hingga datang waktu maghrib, belum shalat maghrib hingga datang waktu Isya, belum shalat Isya hingga datang waktu fajar (subuh), dan belum shalat subuh hingga terbit matahari. Orang yang meninggal dalam keadaan seperti demikian dan belum juga bertaubat kepada Allah, orang tersebut termasuk orang yang mendurhaka dan ditempatkan dilapisan terbawah (kerak neraka).<br />
Pada ayat lain Allah Berfirman:<br />
“Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang yang lalai dari shalatnya.” (Q.S. Al-Ma’un: 4-5)</p>
<p>Melalaikan, termasuk ke dalamnya meremehkan (menganggap enteng).<br />
Menurut riwayat, bahwa Said bin Abi Waqqash pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai pengertian ayat tersebut di atas, dan Beliau menjawab: “menta’khirkan (menunda) shalat dari waktunya.”<br />
Orang inilah yang akan ditempatkan di kerak neraka, kecuali dia taubat kepada Allah dan menyesali perbuatan yang lalu itu.<br />
Kemudian pada ayat lain Allah berfirman:<br />
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Q.S. Al-Munafiqun: 9)</p>
<p>Mencari harta juga diperintah, namun jangan sampai hanyut terbawa ke muara kecelakaan, maksudnya meninggalkan ibadah (termasuk shalat) karena terlalu tergoda oleh harta, seperti sibuk di toko, di kantor dan tempat-tempat lainnya. Demikian juga masalah anak karena sibuk mengurusnya, atau karena alasan tidak bersih kena kencing anak, akibatnya ibadah tertunda atau tidak mengerjakannya sama sekali.<br />
Orang yang meninggalkan shalat cukup besar adzabnya di akhirat kelak sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam firmanNya:<br />
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” Dan kami tidak pula memberi makan orang miskin.” (Q.S. Al-Muddatsir: 42-44)</p>
<p>Shalat adalah sebagai pembeda antara seorang hamba Allah dengan kufur, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.:<br />
“Perbedaan antara seorang hamba (Allah) dengan kufur, adalah meninggalkan shalat.” (H.R. Ahmad, Muslim, Abu Daud, An-Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)</p>
<p>Sebagian Ulama mengatakan, bahwa orang yang meninggalkan shalat karena sibuk mengurus harta, akan dikumpulkan kelak di akhirat dengan Qaarun; orang yang sibuk dengan kekuasaannya, dikumpulkan dengan Fir’aun; orang yang sibuk dengan departemennya (menterti-menteri) bersama Hammaan; dan orang yang sibuk dengan usaha dagangnya dikumpulkan dengan Ubay bin Khalaf, yaitu pengusaha kafir Mekah.<br />
Kepedihan yang sangat mendalam yang akan dirasakan oleh orang yang tidak mengerjakan shalat ialah, Allah berlepas diri dan tidak peduli kepada mereka. Hal ini berarti hidup mereka terlantar dan tidak ada pembelaan dan perlindungan di akhirat kelak. Sabda Rasulullah SAW:<br />
“Barangsiapa yang meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja, maka jaminan Allah Azza wa Jalla tidak ada (kepada mereka).” (H. R. Ahmad dan Tabrani).</p>
<p>Hadits mengenai orang yang meninggalkan shalat, sebenarnya cukup banyak, namun dari beberapa ayat dan Hadits tersebut di atas pun cukup memadai sebagai bahan renungan, bahwa betapa pentingnya kedudukan shalat itu dalam agama Islam. Shalat adalah tiang agama, dan tanpa tiang, maka seluruh amal ibadatnya yang lainnya akan sia-sia saja karena tidak akan diterima oleh Allah SWT.</p>
<p><a href="http://ahrusdi.blogspot.com/2009/04/dosa-meninggalkan-shalat.html"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamagamaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamagamaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamagamaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamagamaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamagamaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamagamaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamagamaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamagamaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamagamaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamagamaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamagamaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamagamaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamagamaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamagamaku.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=34&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/dosa-meninggalkan-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4eceb274a5b284a00e88ef6f7659170?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Udi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosa Durhaka Kepada Orangtua</title>
		<link>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/dosa-durhaka-kepada-orangtua/</link>
		<comments>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/dosa-durhaka-kepada-orangtua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 14:54:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamagamaku.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak yang tidak mau membalas budi baik kedua orang tuanya adalah anak yang durhaka. Sebab, anak tersebut tidak/kurang menyadari, bahwa kehadirannya di atas dunia ini adalah karena melalui perantaraan kedua orang tuanya itu. Jasa orangtua terhadap anaknya tidak mungkin akan terbalas, walaupun segunung emas yang dipersembahkan kepada orangtuanya itu. Sebab, nilai nilai kasih sayang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=32&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang anak yang tidak mau membalas budi baik kedua orang tuanya adalah anak yang durhaka. Sebab, anak tersebut tidak/kurang menyadari, bahwa kehadirannya di atas dunia ini adalah karena melalui perantaraan kedua orang tuanya itu.</p>
<p><span id="more-32"></span></p>
<p>Jasa orangtua terhadap anaknya tidak mungkin akan terbalas, walaupun segunung emas yang dipersembahkan kepada orangtuanya itu. Sebab, nilai nilai kasih sayang dan keikhlasan tidak dapat dinilai dengan harta benda.</p>
<p>Dalam soal bakti, pertama harus kita tujukan kepada Allah dalam segala macam bentuk pengabdian dengan rasa ikhlas dan merendah diri. Kedua, adalah orang tua yang tidak kecil jasanya membesarkan, memelihara, mendidik dan bahkan sampai menjodohkan serta menyediakan segala keperluan anaknya, walaupun sudah dewasa.<br />
Karena begitu besar jasa orang tua kepada anaknya, maka Allah memperingatkan dan memerintah kepada setiap anak supaya berbakti kepada kedua orang tuanya, sebagaimana firmanNya;</p>
<p>“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: &#8220;Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil&#8221;. (Al Isra’ : 23-24)</p>
<p>Pada ayat lain Allah berfirman:<br />
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Luqman: 14)</p>
<p>Dari ketiga ayat tersebut di atas dapat kita pahami, bagaimana seharusnya kedudukan ibu bapak dalam pandangan anaknya. Seharusnya dia beri kedudukan istimewa dalam lubuk hatinya, dia kasihi dan sayangi dan dia ayomi (lindungi) terutama sesudah berusia lanjut.<br />
Dalam ayat tersebut juga dinyatakan sekiranya ada di antara hamba Allah yang menyatakan ucapan syukur (terima kasih), maka Allahlah yang pantas menerimanya, kemudian kedua orangtua, bukan kepada orang lain lebih dahulu yang mungkin dianggapnya berjasa dalam hubungannya dengan masalah kedudukan, bantuan ekonomi dan sebagainya.<br />
Tidak sedikit kita lihat, orang yang mengorbankan segala-galanya karena alasan balas jasa, berhutang budi kepada seseorang. Jasa yang diperoleh sesaat saja, bersedia dibalas dengan pengorbanan harta, malahan jiwa. Namun jasa orangtua yang diperoleh sepanjang hidup, biasanya terlalaikan, bahkan ada sebagian orang yang mengabaikannya sama sekali.<br />
Menurut riwat ibnu Abbas, bahwa ada tiga ayat Al Qur’an yang diturunkan, di dalamnya mengandung dua perintah yang selalu bergandengan, yaitu firman Allah:</p>
<p>1. “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul<br />
2. Dirikanlah olehmu shalat dan tunaikanlah olehmu zakat</p>
<p>Orang-orang yang sudah melaksanakan shalat tetapi tidak menunaikan zakat, ibadahnya itu tidak diterima. Hubungan dengan Allah (vertikal) wajib dipelihara dan hubungan dengan manusia (horizontal) wajib juga dijalankan.</p>
<p>3. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orangtuamu.”</p>
<p>Orang-orang yang bersyukur kepada Allah saja, tetapi tidak bersyukur kepada kedua orangtua, hal itu pun tidak diterima kesyukurannnya itu, karena meremehkan orangtuanya itu.<br />
Oleh sebab itu Rasulullah bersabda:</p>
<p>“Allah Ridha, kalau kedua orangtua ridha dan Allah marah, kalau kedua orangtua marah.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al Hakim)</p>
<p>Restu dan do’a orangtua sangat perlu dalam mengiringi hidup seseorang, agar mendapat ridha Allah dan terhindar dari murkaNya.<br />
Biasanya perjalanan hidup yang mendapat ridha Allah jarang mendapatkan hambatan, dan lebih banyak mendapat kemudahan dan kelapangan.<br />
Menurut riwayat Ibnu Umar, pada suatu ketika seorang laki-laki menghadap Rasulullah, menyatakan keinginannya ikut bersama Rasulullah untuk berperang (jihad). Lalu Rasulullah bertanya: “Apakah anda masih punya orangtua?” “Ya,” Jawab laki-laki itu. Lalu sabda Rasul: “Mengabdilah kepada kedua orangtuamu itu.”</p>
<p>Di sini kita lihat, bahwa pengabdian terhadap orang tua mempunyai nilai yang sama dengan jihad (perang), bahkan harus mendahulukan orangtua.<br />
Orang yang durhaka kepada kedua orangtua, tidak hanya di akhirat saja dia mendapat siksa tetapi sejak di dunia sudah merasakan azabnya dan tidak jarang kita lihat, orang yang sudah hidup melarat, karena mendapat sumpah serapah dari orangtuanya.</p>
<p>Menurut riwayat lain, pernah seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah, dan bertanya: “Ya Rasulullah, siapakah di antara manusia ini yang lebih pantas (baik) saya jadikan sahabat (teman)? “Ibumu,” jawab Nabi. “Kemudian siapa lagi,” Kata laki-laki itu. “Ibumu,” jawab Rasulullah, “Kemudian siapa lagi,” Kata laki-laki itu. “Ibumu,” Jawab Rasulullah. “Kemudian siapa lagi,” Kata laki-laki itu. “Bapakmu dan seterusnya kerabat yang terdekat, (secara berurutan),” jawab Rasulullah.</p>
<p>Berbuat baik kepada ibu diulang sampai tiga kali oleh Rasulullah, sedang kepada bapak hanya satu kali. Hal ini menunjukkan bahwa kasih sayang ibu biasanya lebih besar daripada bapak. Demikian juga pengorbanan ibu lebih berat kalau dibandingkan dengan pengorbanan bapak.</p>
<p><a href="http://ahrusdi.blogspot.com/2009/04/dosa-durhaka-kepada-orangtua.html"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamagamaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamagamaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamagamaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamagamaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamagamaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamagamaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamagamaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamagamaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamagamaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamagamaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamagamaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamagamaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamagamaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamagamaku.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamagamaku.wordpress.com&amp;blog=4909221&amp;post=32&amp;subd=islamagamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/dosa-durhaka-kepada-orangtua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4eceb274a5b284a00e88ef6f7659170?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Udi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
